![]() |
| Nurnida Alya Dharmawan Cakades Bengle |
Faktasebelas.com - Rencana pencalonan Nurnida Alya Dharmawan dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, mulai menjadi perhatian masyarakat.
Sosok perempuan yang dikenal aktif dan memiliki latar belakang keluarga pengusaha ini dinilai berpotensi membawa perubahan bagi kemajuan desa.
Pilkades serentak yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang menjadi momentum penting bagi warga Desa Bengle dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
Dalam dinamika tersebut, kehadiran Nurnida Alya Dharmawan diyakini mampu memberikan alternatif kepemimpinan baru yang lebih progresif.
Nurnida Alya Dharmawan dikenal sebagai istri dari pengusaha Ferry Darmawan yang akrab disapa “Bos Jambul Merah”. Sosok Ferry cukup dikenal di kalangan pelaku usaha di Karawang, sehingga keberadaan Nurnida Alya tidak lepas dari dukungan jejaring yang kuat.
Selain itu, ia juga merupakan bagian dari keluarga besar Deddy Indrasetiawan, anggota DPRD Kabupaten Karawang.
Latar belakang ini dinilai memberikan pemahaman lebih dalam mengenai tata kelola pemerintahan serta akses terhadap program pembangunan daerah.
Dengan bekal tersebut, Nurnida Alya menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pilkades Bengle 2026.
Ia menegaskan bahwa pencalonannya merupakan bentuk komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat serta mendorong pembangunan desa yang lebih merata.
Dalam visi yang disampaikan, Nurnida Alya ingin menjadikan Desa Bengle sebagai desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana desa secara transparan dan tepat sasaran, mengingat alokasi dari pemerintah dinilai cukup besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, dana desa harus difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Ia optimistis bahwa dengan pengelolaan yang baik, potensi Desa Bengle dapat berkembang pesat.
“Dana desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita harus membangun dengan perencanaan yang jelas dan pengawasan yang ketat,” ujar dia, Jumat 24 April 2026.
Tak hanya itu, ia juga berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia ingin membuka peluang ekonomi baru agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
Sebagai seorang perempuan, Nurnida Alya juga ingin menjadi inspirasi bagi kaum perempuan di Desa Bengle untuk berperan aktif dalam pembangunan.
Ia percaya bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi.
Dalam sektor pembangunan fisik, ia berencana meningkatkan kualitas infrastruktur desa, mulai dari jalan lingkungan hingga fasilitas umum.
Menurutnya, infrastruktur yang baik akan memperlancar aktivitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga menaruh perhatian pada sektor pertanian sebagai salah satu potensi utama desa.
Dengan pendekatan modern dan pengelolaan yang lebih baik, ia yakin hasil pertanian dapat meningkat dan memberikan nilai tambah bagi petani.
“Kita harus mampu membangun dan memanen potensi desa dengan baik. Desa Bengle punya peluang besar untuk berkembang,” katanya.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya.
Ia berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang terbuka dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari rencana kerjanya, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik agar lebih cepat, mudah, dan efisien.
Dukungan terhadap Nurnida Alya Dharmawan pun mulai terlihat dari berbagai elemen masyarakat.
Banyak yang menilai bahwa ia memiliki semangat perubahan dan visi yang jelas untuk membawa Desa Bengle ke arah yang lebih baik.
Meski demikian, ia menyadari bahwa kontestasi Pilkades tidak akan berjalan mudah.
Persaingan yang ketat menjadi tantangan tersendiri, namun ia tetap optimistis dapat meraih kepercayaan masyarakat.
Dengan latar belakang keluarga, dukungan jaringan, serta visi pembangunan yang terarah, Nurnida Alya Dharmawan yakin dapat memberikan kontribusi nyata bagi Desa Bengle.
Pilkades Bengle 2026 pun diprediksi menjadi ajang demokrasi yang menarik. Masyarakat diharapkan dapat memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif dan berkelanjutan.
Nurnida Alya Dharmawan menegaskan kesiapannya untuk mengemban amanah jika dipercaya oleh masyarakat. Ia berkomitmen untuk bekerja secara jujur, transparan, dan berpihak kepada kepentingan warga.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayahnya akan digelar pada November 2026. Ia menegaskan tidak akan ada penundaan meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Aep menyebutkan, terdapat sekitar 67 desa di Karawang yang masa jabatan kepala desanya akan berakhir pada tahun ini. Karena itu, Pilkades harus tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
“Tidak ada Pilkades diundur atau ditunda. Selama kita mampu dan siap, harus dilaksanakan,” kata Aep. (red)

