![]() |
| Peserta BPJS Kesehatan yang melakukan operasi di RS Bandung |
Faktasebelas.com - Niko (22), seorang pemuda warga Kabupaten Karawang, terlihat sedang terbaring menjalani rawat inap sembari ditemani orang tuanya di salah satu rumah sakit di Karawang. Niko mengungkapkan bahwa dirinya sedang terkena sakit tipes, demam, batuk, pilek yang sudah berhari-hari hingga harus dirawat.
“Awalnya demam biasa tapi lama-lama sampai lemas ngga kuat berdiri, sama batuk pilek juga, akhirnya dibawa ke IGD karena demam tingginya sudah berhari-hari. Saya ke IGD sama orang tua itu pakai kartu BPJS,” tutur Niko.
Menurut Niko seluruh proses pelayanan menggunakan BPJS Kesehatan itu mudah dan cepat. Dirinya mengaku tidak ada perbedaan antara dirinya yang menggunakan BPJS Kesehatan dengan peserta lain.
“Sejauh ini selama saya dirawat semua tenaga medisnya ramah, baik, informatif. Kemarin waktu di pendaftaran juga tidak dipersulit ya cukup menunjukkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saja,” ungkap Niko.
Diakui Niko, menggunakan kartu JKN untuk rawat inap sudah bukan kali pertama di keluarganya. Pasalnya Ibu Niko, Pati, yang saat itu menemami Niko, bercerita bahwa sudah 1,5 tahun menggunakan kartu JKN untuk tindakan operasi benjolan di daerah matanya.
“Awalnya ibu merasa ada benjolan di mata dan sampai mengganggu penglihatan dan juga jadi suka pusing kepala. Akhirnya memberanikan diri untuk periksa ke klinik, lalu dirujuk ke rumah sakit khusus mata di sini di Karawang. Setelah diperiksa ternyata ngga bisa operasi di sini, dirujuk lagi ke rumah sakit khusus mata di Bandung, sama tuh ngga bisa juga operasi di sana karena alatnya tidak ada, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung,” tutur Pati.
Pati bersyukur sekali karena selama proses tersebut tidak ada kendala yang berarti, terutama dengan rujukan dan waktu penjadwalan operasi.
“Alhamdulillah ibu mah bersyukur sekali ada BPJS Kesehatan ini, ini kan beberapa rujukan itu semua, Alhamdulillah lancar tidak ada dipersulit. Namanya kita sudah umur ya, apalagi beda kota operasinya sebetulnya agak deg-degan. Tapi karena prosesnya berjalan dengan baik, lancar, tenaga medisnya juga semua ramah dan membantu, jadi berkurang sedikit beban saya neng waktu mau dioperasi itu,” ujar Pati.
Hingga kini Patipun masih menjalani kontrol rutin paska operasi. Menurut Pati, dirinya sama sekali tidak mengeluarkan tambahan biaya apapun selama pengobatannya yang cukup panjang. Mulai dari pra operasi hingga tindakan dan kontrol sampai sekarang semuanya sudah ditanggung Program JKN
“Kami sekeluarga sangat bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan ini. Semoga dapat terus berlangsung ya, karena manfaatnya besar sekali apalagi untuk tindakan operasi seperti ini. Semoga BPJS Kesehatan dapat terus memberikan manfaat yang baik ini bagi semua orang ya,” harap Pati. (Red)

