![]() |
| Proses Pemotongan hewan (kiri atas), H. Endang Sodikin (kanan bawah) |
Fakta11.com - Di saat melaksanakan Idul Adha maka tidak akan lepas dari ibadah Qurban atau memotong hewan ternak seperti sapi dan kambing untuk dibagikan ke mereka yang membutuhkan, diutamakan bagi masyarakat yang jarang makan Daging di hari-hari biasanya.
Hal inilah yang bisa menjadi makna dan bentuk solidaritas antar umat Islam dan manusia ditengah Pandemi covid-19 yang merajalela dimana-mana.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang H. Endang Sodikin, memaknai perayaan iduladha sebagai momentum sadar bagi yang mampu untuk berbagi kebaikan ke sesama agar membentuk kesholehan sosial bagi pribadi Muslim yang meaksanakannya
"Kita mungkin tak pernah mengalami lagi, sampai kita dipanggil Allah seperti suasana saat ini. Di mana kita banyak di rumah, lalu kita merayakannya lebih khidmat dengan keluarga, takbiran bersama keluarga, dimasa pandemi ini saya sholat I'edul Adha di rumah saja bersama keluarga sekaligus bertindak sebagai Imam & Khotib sangat terkesan,"kata H.Endang Sodikin, Kamis (22/7/2021).
Endang mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Misalnya, kata dia, berkaitan dengan kedekatan bersama keluarga dan menjaga kebersihan.
"Mungkin dulu enggak menyadari kebersihan, sekarang lebih bersih. Banyak aktivitas kunjungan kerja keluar kota , sekaran lebih banyak di rumah, ini semuanya diambil hikmahnya sehingga wabah menjadi momentum kebersamaan juga bagi kami," ucapnya.
Lebih lanjut, Endang menjelaskan, esensi Idul Adha dan ibadah Qurban bukan perkara kemeriahannya, seperti takbir keliling maupun esensinya adalah bergotong-royong dan berbagi dalam prosesinnya menyembelih hewan Qurban kan memang tidak bisa sendiri harus dibantu orang lain Menurut dia, hal itu bagian dari Syiar.
Dengan keterbatasan karena kondisi masih ditengah pandemi virus corona ini, Endang mengajak umat Islam untuk mengembalikan makna Idul Adha pada Ketakwaan dan Kepatuhan Kepada Sang Pencipta.
" juga disini kita diajarkan kemeriahan adalah bagian dari syiar, tapi yang lebih esensi adalah takwanya. Bahwa bukan daging yang diberikan, bukan ramai-ramai saat nyembelih, tetapi ketakwaan itu yang menjadi tolok ukur berkorban untuk kurban,"ucap Endang.
Diketahui di hari Raya idul adha 1442 H ini hewan kurban yang disembelih berjumlah 1 ekor sapi dan ditambah keluarga besar 2 ekor jadi 3 ekor Sapi ini dibagikan kepada warga sekitar dan rewalan Dapil VI (Humas HES Center).

