![]() |
| Kegiatan pertemuan komunitas dan pemangku kepentingan jejaring DPPM |
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari yakni hari Rabu dan Kamis yang dilaksanakan di Brits Hotel Karawang.
Dr Zakaria menjadi narasumber memaparkan bagaimana pencegahan serta gejala-gejala terjangkit TBC. Dalam kesempatan tersebut, Dinkes Kabupaten Karawang juga memaparkan draft RAD TBC.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Danu Hamidi Komisi 1 DPRD Kabupaten Karawang, perwakilan dari Rumah Sakit Swasta, Kader DPPM, awak media serta tamu undangan lainnya.
Tazkiyatun Nufus selaku program staff IU Kabupaten Karawang menyampaikan, bahwa komunitas sedang diamanahkan menjalankan dana hibah dari Teh Global Fund, yang saat ini konsen untuk menangani Aids, TBC dan Malaria.
" Kita dari komunitas untuk kasus TBC sendiri lebih konsen kepada pendampingan program ini melalui kader, jadi kita membina kader, namanya kader TB yang mana sudah ada 42 kader TB di setiap Puskesmas dari 50 Puskesmas yang ada di Karawang," ujarnya.
Diungkapkannya, untuk reward kader TB sendiri dianggarkan dari dana hibah, karena belum ada bantuan dana dari Pemerintah Daerah.
" Karena pada tahun 2023 program dari komunitas akan berakhir, harapannya setelah terbentuknya RAD dari Dinkes Karawang, ada anggaran sehingga aktivitas kader TB di lapangan bisa berjalan dengan baik dan dilanjutkan,"ungkapnya.
Sambung dia, berharap Kader TB juga diberikan jaminan kesehatannya atau perlindungan kesehatan karena untuk mendampingi pasien TB di lapangan sangat beresiko.
Menurutnya, saat ini di Karawang untuk kasus TBC, pemerintah daerah masih belum terfokus kepada kasus TBC.
" Harapannya ke depan bisa difokuskan dalam eliminasi TBC, seperti pemerintah menyelesaikan kasus covid-19," pungkasnya. (Ade)

